Kemarau Panjang Mulai Berdampak, Pelayanan Air di Balikpapan Tak Maksimal

Kemarau panjang mulai bikin pasokanm air bersih di Balikpapan ikut terdampak.

Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyebut 2 dari 9 Instalasai Pengelolaan Air (IPA) mengalami kendala karena ketersediaan air baku menurun.

Dua IPA tersebut adalah IPA Teritip dan IPA KM 12

Untuk IPA Teritip, produksi yang biasanya mencapai 200-220 liter per detik, kini turun menjadi sekitar 100-110 liter per detik.

Sementara kondisi IPA KM 12 lebih berat. Dari yang biasanya mampu memproduki 80-100 liter per detik, saat ini instalasi tersebut belum bisa beroperasi normal.

Direktur Teknik PTMB M Kohiruddin mengatakan, IPA KM 12 hanya berpotensi beroperasi pada sore hingga malam hari.

Dampaknya, pelanggan di wilayah yang bergantung pada dua IPA tersebut belum bisa mendapatkan pelayanan air selama 24 jam seperti biasanya.

“Mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak maksimal 24 jam, tapi akan mendapatkan air mungkin dibawah 12 jam,” ujar Kohiruddin.

Meski begitu, 7 IPA lainnya masih beroperasi normal. Gangguan yang terjadi di beberapa titik lainnya lebih bersifat teknis, seperti kebocoran jaringan, dan langsung dilakukan perbaikan.

PTMB juga mulai memperkuat langkah antisipasi karena berdasarkan hasil rapat bersama BMKG, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat distribusi air menggunakan 17 unit truk tangki yang disebar di tiga titik pelayanan.

Setiap truk mampu membawa 5.000 liter atau 5 meter kubik air dan bisa melakukan hingga 5 kali pengiriman dalam sehari, tergantung jarak dan akses lokasi.

Namun, tingginya permintaan membuat antrean pengiriman air tangki juga cukup tinggi.

Kabar baiknya, pelanggan PTMB yang membutuhkan suplai air tangki juga mendapatkan subsidi.

Sesuai Perwali Balikpapan tahun 2014, pelanggan hanya membayar 50 ribu untuk satu tangki berkapasitas 5.000 liter.

Padahal, biaya transportasi yang dikelaurkan PTMB mencapai sekitar Rp 250.000,- per tangki

Artinya, ada subsidi sekitar Rp 20.000 yang ditanggung PTMB untuk setiap pengiriman.

“ini sebagai tanggungjawab Perumda bisa memberikan air kepada masyarakat Kota Balikpapan yang statusnya sebagai pelanggan.” Pungkas Kohiruddin.

Jadi, selama kemarau masih berlangsung, warga diminta bersabar karena pelayanan air di sejumlah wilayah memang belum bisa maksimal. PTMB sendiri terus mengupayakan distribusi alternatif asgar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *