Bahas Karhutla di Kaltim, Serdik Sespimti Paparkan Strategi dan Rekomendasi

Balikpapan – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur terus jadi perhatian. Kali ini, Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 ikut membahasnya lewat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Polda Kaltim, Rabu (16/9/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kapolda Kaltim tersebut, para Serdik memaparkan hasil diskusi sekaligus sejumlah rekomendasi untuk membuat penanganan Karhutla ke depan bisa lebih cepat, terintegrasi, dan terukur.

Dari hasil FGD, Polda Kaltim sebenarnya sudah memiliki berbagai langkah penanganan, mulai dari Operasi Aman Nusa II, pembentukan Satgas, patroli, posko, pelayanan kesehatan hingga penegakan hukum.

Namun, masih ada yang perlu diperkuat, terutama soal koneksi antartahapan. Tujuannya supaya ketika Karhutla terjadi, respon di lapangan tidak berjalan sendiri dan bisa gerak lebih cepat.

Salah satu rekomendasi yang muncul adalah MP2K-T, yang dipilih sebagai kebijakan untuk mendukung respon penanganan Karhutla agar lebih cepat, terpadu, terukur, sekaligus adaptif terhadap kondisi di lapangan.

Bagi para Serdik, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana dinamika penanganan Karhutla di Kaltim, kemudian merumuskan alternatif kebidakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K M.Si., mengatakan hasil FGD tersebut menjadi masukan konstruktif untuk memperkuat sistem penanganan Karhutla.

“Penanganan Karhutla membutuhkan sistem yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, deteksi dini, respon pemadaman, pelayanan kepada masyarakat hingga penegak hukum” ujat KBP Tedy.

Menurut Tedy, Kolaborsasi lintas sektor juga jadi kunci. Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan dukungan TNI, Pemerintah daerah, dunia usaha, relawan hingga masyarakat.

Rekomendasi dari para Serdik nantinya menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan Polda Kaltim.

Polda Kaltim juga memastikan upaya pencegahan, pemantauan, respon cepat dan koordinasi lintas sektor akan terus dioptimalkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari dampa Karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *