Pipa Tua Mulai Diremajakan, PTMB Prioritaskan Jalur yang Sering Bocor
Kabarmanuntung.com, Balikpapan – Jaringan pipa air bersih di Balikpapan yang sudah berusia cukup tua perlahan mulai diremajakan. Perumda Tirta Manutung Balikpapan (PTMB) terus melakukan penggantian pipa, tapi prosesnya dilakukan bertahap berdasarkan skala prioritas.
Bukan tanpa alasan, PTMB memilih lebih dulu titik-titik yang kondisi pipanya sudah sering mengalami kebocoran. Cara ini dilakukan supaya perbaikan tetap jalan, tanpa membuat gangguan pelayanan air bersih terjadi secara besar-besaran.
Direktur PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin, mengatakan penggantian pipa dilakukan berdasarkan tingkat urgensi di lapangan. Pipa yang sudah berkali-kali bocor menjadi prioritas untuk segera diganti.
“Proses peremajaan pipa ratusan kilometer dibawah tanah tetap kami kerjakan. Kami prioritaskan dulu lokasi yang pipanya bocor. Kalau dilakukan secara masif sekaligus, tentu akan berdampak besar terhadap gangguan pelayanan kepada pelanggan,” kata Yudhi (2/8/2026).
Sejumlah pekerjaan pun sudah berjalan. Untuk pipa transmisi, penggantian telah dilakukan di kawasan Transad dan Grand City. Sementara pada jaringan distribusi, pekerjaan dilakukan di Jalan MT Haryoon dan Batu Arang.
Ke depan, peremajaan pipa akan terus dilanjutkan dengan melihat kondisi masing-masing wilayah. Jadi, wilayah dengan kebutuhan penanganan paling mendesak menjadi prioritas.
Selain membenahi infrastruktur yang ada dibawah tanah, PTMB juga sedang merapikan administrasi dan data pelanggan.
Saat ini tercatat lebih dari 1.000 pelanggan menunggak pembayran rekening air. PTMB akan melakukan sensus untuk memastikan apakah sambungan tersebut masih aktif, masih digunakan, atau justru rumah maupun bangunannya sudah tidak lagi dihuni.
“Kami meminta pendampingan hukum, termasuk untuk proyek-poyek yang memiliki risiko besar. Kemudian untuk pelanggan yang menunggak dan tidak membayar akan dilakukan penertiban, bahkan sambungannya akan diputus sesuai ketentuan,’ ujarnya.
Menurut Yudhi, pendataan ulang ini penting karena masih ada kemungkinan pelanggan yang secara sistem tercatat aktif, tetapi kondisi d lapangan sudah berbeda.
Misalnya, rumah sudah kosong atau bahkan bangunannya sudah tidak ada, tapi datanya masih tercatat sebagai pelanggan aktif.
“Yasng kami benahi ada dua. Pertama, fisik berupa jaringan pipa. Kedua, data pelanggan. Bisa saja datanya masih aktif, tetapi rumahnya sudah tidak ada. Itu yang sedang kami rapikan agar data pelanggan benar-benar akurat,” tutup Yudhi.
Jadi, pembenahan PTMB saat ini bukan cuma soal mengganti pipa yang sudah uzur, tapi juga memastikan data pelanggan lebih rapi dan kondisi jaringan air bersih makin terkontrol.

